Jumat, 25 September 2009

Bagaimana cara menghitung PER?

Price Earning Ratio (PER) atau P/E Ratio:

Harga pasar saham dibagi dengan laba per lembar saham.

Nilai PER ini mencerminkan “image” investor saham terhadap perusahaan itu.

Perusahaan yang bagus jika dinilai pasar rendah, maka PER akan rendah.

Perusahaan yang bagus jika dinilai pasar tinggi (lebih tinggi dari pasar), maka PER akan tinggi.

Misalsaham ADHI:

EPS tahun 2008 = 46; Harga pasar = 460;PER = 10

Jika diestimasi EPS akhir tahun 2009 = 80; harga pasar (saat ini) = 400; Perkiraan PER= 5

Jika PER rata-rata industri adalah 15, maka ADHI dianggap undervaled (murah) alias growth stock. Jika diperkirakan EPSnya menjadi 80 dengan PER (dijaga tetap) 10, maka kecenderungan harga saham akan naik.

Apa kebalikannya dengan kondisi di atas?

PER tinggi – glamour stock – alias saham ini terlalu tinggi dinilai oleh pasar. karena harganya tinggi, maka dinamakan sebagai saham premium.

Apakah Anda peminat growth stock atau glamour? Anda yang menentukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar